
Well, you were the aftermath
Jadi, kaulah akibat
Of every judgment
Dari setiap keputusan
So cold by the sweat that
Begitu dingin oleh keringat itu
You’ll waste away
Kau akan menyia-nyiakannya
And you carry your enemies
Dan kau membawa musuh-musuhmu
But they’re so familiar
Tapi mereka terlihat sangat familiar
I’m sick of the company
Aku muak dengan kumpulan ini
So I cull the shame
Jadi aku menyisihkan rasa malu
And I know you’ll say how I’m a burden
Dan aku tau kau akan mengatakan betapa aku menjadi beban
Yeah, do your worst, all at once
Yeah, lakukan semua keburukanmu sekaligus
I know what you want from me (from me)
Aku tahu apa yang kau inginkan dariku (dariku)
I know what you’re thinking
Aku tahu apa yang kau pikirkan
And it’s not the voice of all the others
Dan itu bukanlah suara dari semua yang lain
You’ve only said it to yourself
Kamu hanya perlu mengatakan itu pada dirimu sendiri
I know what you want from me (from me)
Aku tahu apa yang kau inginkan dariku (dariku)
I know what you’re thinking
Aku tahu apa yang kau pikirkan
They come to feel like things we’re saying to ourselves.
Mereka datang untuk merasakan hal-hal yang kita katakan pada diri kita sendiri
An inch from my ears again:
Beberapa inci dari telingaku lagi:
“You should be sorry,”
"Kau harusnya meminta maaf,"
A solemn man:
Seorang pria yang serius:
“A better song could fix my problems”
"Lagu yang baik akan bisa menyelesaikan masalah-masalahku."
I’m tired of your questioning
Aku lelah dengan pertanyaanmu
You’re cut down too easily
Kau terlalu mudah dijatuhkan
And I don’t know what’s good for me
Dan aku tak tahu mana yang baik untukku
I can’t decide
Aku tak bisa menentukannya
And I know you’ll say how I’m a burden
Dan aku tau kau akan mengatakan betapa aku menjadi beban
Yeah, do your worst, all at once
Yeah, lakukan semua keburukanmu sekaligus
I know what you want from me (from me)
Aku tahu apa yang kau inginkan dariku (dariku)
I know what you’re thinking
Aku tahu apa yang kau pikirkan
Now these voices have become our own
Sekarang, suara-suara itu telah menjadi milikmu
An inch from my ears again:
Beberapa inci dari telingaku lagi:
“You should be sorry,”
"Kau harusnya meminta maaf,"
A solemn man:
Seorang pria yang serius:
“A better song could fix my problems”
"Lagu yang baik akan bisa menyelesaikan masalah-masalahku."
And I know you’ll say how I’m a burden
Dan aku tau kau akan mengatakan betapa aku menjadi beban
Yeah, do your worst, all at once
Yeah, lakukan semua keburukanmu sekaligus
I know what you want from me (from me)
Aku tahu apa yang kau inginkan dariku (dariku)
I know what you’re thinking
Aku tahu apa yang kau pikirkan
And it’s not the voice of all the others
Dan itu bukanlah suara dari semua yang lain
You’ve only said it to yourself
Kamu hanya perlu mengatakan itu pada dirimu sendiri
I know what you want from me (from me)
Aku tahu apa yang kau inginkan dariku (dariku)
I know what you’re thinking
Aku tahu apa yang kau pikirkan
And I know you’ll say how I’m a burden
Dan aku tau kau akan mengatakan betapa aku menjadi beban
Yeah, do your worst, all at once
Yeah, lakukan semua keburukanmu sekaligus
I know what you want from me (from me)
Aku tahu apa yang kau inginkan dariku (dariku)
I know what you’re thinking
Aku tahu apa yang kau pikirkan
And it’s not the voice of all the others
Dan itu bukanlah suara dari semua yang lain
You’ve only said it to yourself
Kamu hanya perlu mengatakan itu pada dirimu sendiri
I know what you want from me (from me)
Aku tahu apa yang kau inginkan dariku (dariku)
I know what you’re thinking
Aku tahu apa yang kau pikirkan
Sometimes, the inner voice is encouraging: Calling for you to run those final few yards; You’re nearly there, keep going, keep going, keep going, keep going. It will all be OK in the end.
Terkadang, suara hati memberikan dorongan: Memanggil dirimu untuk berlari beberapa meter terakhir; Kamu hampir sampai, terus melaju, terus melaju, terus melaju, terus melaju. Semuanya akan baik baik saja ketika di akhir.
Post a Comment